12 Tips Membuka Usaha
Pernahkah kamu berpikir, akan seperti apa dirimu lima atau sepuluh tahun lagi?
Ada yang optimis menghadapi masa depan. Ada juga yang belum tahu akan
melakukan apa, sehingga tidak bisa memprediksi masa depannya. Jangankan
untuk masa depan, untuk hidup saat ini saja masih kurang sana-sini.
Ya. Semakin hari, kebutuhan semakin meningkat. Harga-harga kebutuhan
pokok pun seperti tak mau ketinggalan, ikut melambung. Apalagi jika ada
kenaikan harga bahan bakar.
Kondisi seperti ini, mau atau tidak
mau, suka atau tidak suka, harus kita jalani. Yang menjadi masalah
adalah bagaimana kita bisa bertahan dengan kondisi yang ada.
Bagaimana pun, harga kebutuhan pokok tidak mungkin turun, bahkan semakin
naik. Selain harga yang naik, kebutuhan pun semakin banyak.
Tidak ada yang bisa dilakukan selain menambah penghasilan.
Dari sebuah buku yang saya baca, saya memperoleh informasi bahwa di
Cina, masyarakatnya sudah diajarkan untuk menambah penghasilan. Sejak
kecil mereka sudah diperlihatkan bagaimana cara memutar uang dengan
berbisnis. Sejak usia dini pula mereka diminta oleh orangtua untuk
melihat secara langsung tata cara bisnis keluarga yang tengah
dijalankan.
Tak mengherankan jika saat dewasa, mereka sudah mahir
mengelola bisnis. Selain itu, mereka pandai membuat uang dapat
“menggandakan diri”.
Kalau begitu, mengapa kita tidak meniru ilmu
mereka? Bangunlah usaha mulai dari sekarang. Dari usaha tersebut kita
bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Dengan demikian, kenaikan bahan
bakar atau kebutuhan yang semakin banyak, tidak membuat kita risau.
Sekarang, persoalannya adalah memulai cara membangun usaha dari awal.
Seperti kata pepatah, beginning is difficult. Permulaan itu biasanya
terasa sulit. Tapi, jangan khawatir. Jika kita tidak pernah memulai,
kita tidak akan pernah berjalan.
Untuk membuka usaha, intip dulu tips-tips berikut ini.
1. Siapkan Mental
Hal pertama yang harus disiapkan adalah mental. Mental pengusaha
berbeda dengan karyawan. Karyawan cenderung menghabiskan gaji
bulanannya. Sedangkan, pengusaha harus menginvestasikan sebagian
penghasilannya untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar. Maka,
ketika kita sudah memilih untuk membuka usaha, terapkanlah mental
sebagai pengusaha.
2. Siapkan Modal
Apapun jenis usahanya,
pasti memerlukan modal. Banyak pengusaha yang mengeluhkan modal.
Sebenarnya, tak perlu dirisaukan. Dengan modal kecil pun kamu sudah bisa
membuka usaha. Besarnya modal tergantung dari besar atau kecilnya usaha
yang kamu jalankan.
Banyak usaha yang bisa dimulai dengan modal
awal 2-10 juta rupiah. Jika masih kesulitan, ajaklah saudara atau teman
untuk berbisnis bersama. Usahakan untuk tidak meminjam ke bank dahulu,
sebab di awal usaha, apalagi jika usahanya belum terlalu besar, akan
riskan jika sudah terbebani dengan utang.
3. Bidang Usaha
Tentukan bidang usaha yang akan kamu buka. Kamu bisa memilih bidang
usaha yang belum pernah ada atau yang sudah banyak. Pada awalnya, orang
merasa ragu untuk mulai membuka usaha, baik bidang yang belum pernah ada
maupun yang sudah banyak dilakukan.
Membuka usaha di bidang yang
belum pernah ada, belum tentu tidak sukses. Coba kamu lihat Aqua.
Awalnya, perusahaan itu ragu untuk mengeluarkan produk air minum dalam
kemasan botol. Saat pertama kali diperkenalkan, banyak pihak yang merasa
produk tersebut tidak akan laku di pasaran. Apalagi belum pernah ada
perusahaan yang menjual produk serupa.
Bahkan, banyak yang
benar-benar yakin produk itu akan gagal. Mereka berpikir untuk apa
membeli air minum yang harganya mahal, kalau bisa memasak sendiri di
rumah. Ternyata, produk itu sukses besar. Bahkan banyak perusahaan lain
yang mengekor.
Untuk bidang usaha yang sudah pernah ada, buatlah
ciri khas atau kelebihan yang tidak dimiliki pengusaha lain. Sebagai
contoh adalah butik milik Hughes. Meskipun usaha butik bertebaran di
mana-mana, butik milik Hughes bisa sukses. Sebab, butik itu memiliki
ciri khusus yaitu hanya menjual pakaian berukuran besar.
4. Lokasi
Lokasi merupakan peran penting dalam membuka usaha. Lokasi yang ramai
diyakini akan membuat usahamu cepat dikenal dan menarik banyak peminat.
Pilih lokasi yang strategis, yaitu dekat dengan tempat aktivitas
masyarakat, kantor, sekolah, atau kampus.
Namun, terkadang lokasi
bisa “menipu”. Banyak bidang usaha yang laris manis dan sukses meskipun
berada di tempat yang sepi. Ada juga bidang usaha yang mampu menembus
pasar internasional meskipun barangnya diproduksi dari tempat berlokasi
di gang sempit.
Karena itu, pikirkan baik-baik mengenai lokasi.
Untuk usaha yang baru berdiri, jangan ragu untuk memanfaatkan ruangan
yang ada di rumah. Banyak, lho, usaha yang sukses yang berawal dari
garasi rumah.
5. Fokus
Fokuslah pada satu bidang usaha
terlebih dahulu. Banyak pengusaha yang gagal saat mulai berkembang,
karena tidak fokus pada peningkatan bisnis awal, melainkan terlalu
banyak ingin mencoba bidang usaha lain.
Sebaiknya, bersabarlah
dahulu agar satu bidang bisnis berjalan hingga sukses. Setelah itu,
barulah melebarkan sayap ke bidang bisnis yang lain.
6. Cari Pelanggan
Kenalkan bidang usahamu ke luar. Sebarkan informasi barang dagangan
atau usaha jasamu ke semua orang, agar bisa mendapatkan klien.
Caranya bisa melalui promosi dari mulut ke mulut. Ceritakan bidang
usahamu kepada teman dekat. Lalu, mintalah bantuannya untuk menyebarkan
ke teman-temannya. Dengan cara ini akan semakin banyak orang yang tahu
tentang usahamu.
Bisa juga dengan cara membuat brosur dan
menyebarkan dari rumah ke rumah. Cara ini cukup ampuh, lho. Selain
brosur, buatlah plang yang dipasang di depan tempat usaha, serta di
tempat-tempat strategis lainnya.
Selain dua cara itu, bisa juga
dilakukan pemasangan iklan di internet. Di era cyber ini, banyak orang
yang senang berbelanja dengan cara online, atau mencari informasi barang
dan jasa yang dibutuhkan, melalui internet.
7. Cara Berbisnis
Sebenarnya, berbisnis itu mudah, kok. Contohnya, barang seharga Rp.
1.000. Tugasmu adalah menjualnya dengan harga lebih dari itu, misalnya
Rp. 1.500. Intinya, dari sebuah barang, kamu bisa menjualnya dengan
memperoleh keuntungan. Setelah itu, juallah barang tersebut
sebanyak-banyaknya. Semakin banyak laku, semakin banyak pula keuntungan
yang kamu dapatkan.
8. Pegawai
Pada awal membuka usaha,
kamu hanya membutuhkan sedikit pegawai. Selain kamu sendiri yang
mengurus usaha tersebut, kamu bisa melibatkan suami atau anggota
keluarga yang lain untuk ikut mengelola. Tujuannya agar mereka dapat
ikut merasa memiliki usaha tersebut. Setelah usahamu berkembang, kamu
bisa mepekerjakan pegawai tambahan.
9. Perencana Keuangan
Keuangan untuk membuka bidang usaha, tak hanya terpaku pada modal awal.
Ketika usaha sudah berjalan, kamu harus pandai mengatur alur keluar
masuknya uang. Pisahkan keuangan bisnis dengan keuangan pribadi. Banyak
pengusaha yang gagal karena keuangan pribadi dan bisnis, tercampur aduk.
10. Mulai!
Sudah memikirkan segala sesuatunya? Kalau begitu, mulailah!
11. Risiko
Membangun bisnis, tentu saja ada risikonya. Namun, kalau kamu sudah
menyadari risikonya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Semakin maju
usahamu, nama baikmu semakin dipertaruhkan. Karena itu, sambil menjaga
kelangsungan bisnis, kamu juga harus terus menjaga nama baikmu. Sekali
saja nama baikmu tercoreng, saat itu juga usaha yang telah kamu rintis,
bisa hancur berantakan.
12. Antisipasi Kegagalan
Risiko
kegagalan dalam berbisnis, selalu ada. Karena itu kamu dituntut untuk
bersikap tegas dan cepat bertindak, terutama bila melihat sesuatu yang
tak beres.
Untuk mengantisipasi kegagalan, buatlah aturan
mengenai pengambilan keuangan. Pemilik usaha memang berhak mengambil
uang dari perusahaan. Tapi, cara pengambilan dan jumlahnya, harus
tersistem dengan jelas.
Begitu pula dengan operasional, harus
memiliki sistem yang baku. Delegasikan tugas-tugas pada pegawai.
Sehingga, apabila kamu berhalangan, bisnis tetap dapat berjalan. Semakin
sedikit campur tangan pemilik dalam usahanya, berarti usaha tersebut
semakin baik.
Semua tips sudah dikeluarkan. Sekarang, tinggal kamu yang mulai bergerak. Kalau tidak sekarang, kapan lagi?
sumber : https://www.facebook.com/FP.BosanJadiPegawai?fref=nf